Layanan ibadah haji tahun 2017 secara umum dinyatakan baik. Hal ini berdasarkan rapat evaluasi yang digelar Kemenag Cilacap, Selasa (24/10) di Aula Kantor.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur enam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), Pemkab Cilacap Bagian Kesra, Dinas Kesehatan, Petugas Kloter, Ketua Rombongan, serta perwakilan jamaah haji.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Khumsiatiningsih mengatakan bahwa tujuan rapat evaluasi adalah untuk meningkatkan layanan haji tahun depan. Menurutnya, evaluasi sangat penting karena bisa mengerti kekurangan dan kelebihan penyelenggaraan sebelumnya sebagai referensi atau acuan berikutnya. Sehingga dapat dijadikan forum penyaluran aspirasi masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Jamun dalam sambutannya mengatakan bahwa, walaupun secara umum baik, bukan berarti tidak ada kekurangannya.
“Kami tidak akan alergi selama ada unsur kebaikan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji dan umroh. Semangat hari santri bisa dijadikan spirit untuk evaluasi haji hari ini. Sehingga bisa diperoleh berbagai informasi dari pendaftaran, berangkat hingga kembali ke tanah air,”katanya.
Sementara itu, Kabag Kesra melalui wakilnya, Moh Nurhidayat mengatakan bahwa mulai tahun 2018 pemberangkatan haji daerah seluruhnya dipusatkan di pendopo Wijayakusuma Cakti. Menurutnya, kebijakan tersebut untuk menekan pengeluaran biaya sehingga jamaah tidak terlalu dibebani dengan iuran.
Sedangkan Dinas Kesehatan yang diwakili Truli menyampaikan bahwa aturan istitoah secara kesehatan mulai diberlakukan tahun 2017. Sehingga tahun 2017 terdapat beberapa orang jamaah yang batal berangkat. Adapun penyakit yang sama sekali tidak mendapat toleransi adalah gagal ginjal. Siapapun yang gagal ginjal dipastikan tidak bisa berangkat haji. (On)