LURUSKAN NIAT, LEGALKAN HARTA, SABAR, TAWAKAL, TOLERANSI, SELAMAT MUNAIKAN IBADAH HAJI, SEMOGA MENJADI HAJI YANG MABRUR || KEBERHASILAN MUSA SEBAGAI RASUL BERAWAL DARI PENDIDIKAN SEORANG IBU YANG NOTABENENYA ADALAH ISTERI FIRAUN, IBU ADALAH PENDIDIK PERTAMA BAGI ANGGOTA KELUARGANYA || AWAS! PENIPUAN MELALUI SMS/TELEPHONE OKNUM MENGATASNAMAKAN PEJABAT KEMENTERIAN AGAMA! || 5 NIILAI BUDAYA KERJA KEMENTERIAN AGAMA : Integritas, Profesionalitas, Inovatif, Tanggung jawab dan Keteladanan (Uswah Khasanah) ||

Guyub Rukun Adalah Modal Utama Menuju Integritas

2017-07-11 09:05:57

Integritas adalah suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat.

Karakter tersebut bisa terbangun dari sebuah situasi dan kondisi lingkungan yang guyub dan rukun. Untuk itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Jamun mengajak seluruh aparaturnya agar selalu guyub dan rukun. Keadaan ASN yang guyub dan rukun akan sangat berpengaruh terhadap kualitas layanan.

Ajakan tersebut disampaikan pada acara Silaturahmi Keluarga Besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Selasa (11/7) di Aula Kankemenag. Adapun tema yang diambil adalah ’Dengan silaturahmi kita kuat eratkan guyub rukun menuju aparatur Kementerian Agama yang makin berintegritas’.

Ketua panitia, Makmur Khaeruddin mengatakan bahwa, guyub rukun adalah modal utama dan pertama menuju keberhasilan di segala bidang. Termasuk pada peningkatan kualitas kinerja aparatur pemerintah.  Guyub dan rukun akan menghasilkan semangat dan kekompakan dalam pelayanan. Bekerja dalam suasana guyub dan rukun sangat menyenangkan. Endingnya, kualitas layanan meningkat dan masyarakat terpuaskan.  

Selain itu, Kakankemenag juga memberikan makna pentingnya silaturahmi, terutama pada bulan Syawal. Menurutnya, tidak semua moment silaturahmi ditandai dengan adanya pengakuan salah kepada orang lain. Sesuai tradisi di Indonesia, hanya di bulan Syawal manusia mengakui kesalahan terhadap sesama. Sehingga moment tersebut menjadi penting dalam membangun sebuah kebersamaan.

“Jarang sekali orang ketemu teman atau keluarga langsung mengakui kesalahannya dan memohon maaf. Yang membuat istimewa, akhirnya semuanya menyadari kesalahan masing-masing. Inilah yang bisa menumbuhkan semangat kebersamaan. Bibit yang bakal tumbuh menjadikan suasana guyub dan rukun. Karenanya silaturahmi menjadi penting peranannya dalam meningkatkan kualitas kinerja aparatur pemerintah,”ungkapnya.(On)